[Fadhillah menghafal Qur’an, dari kajian Ustadz Istihsan Al Fudhaily]

1.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Kita sudah sering mendengar hadits ini bukan? Yup, memang banyak orang yang ingin menjadi baik. Tapi apakah kita mau menjadi yang paling baik diantara yang baik? Jadi, yuk mengajarkan Al-Qur’an. Eitss, gimana mau mengajarkan Al-Qur’an kalau kita enggan mempelajarinya. So, yuk mulai mempelajari Al-Qur’an dengan tilawah, menghafalkan, mentadabburi, dan seterusnya.

2.
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ . (متفق عليه)
“Orang yang pandai membaca Al-Qur’an, dia bersama para malaikat yang mulia dan patuh. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan berat melafalkannya, maka dia mendapat dua pahala.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari hadits ini, apa sih kurangnya jika kita membaca Al-Qur’an? Ga ada yang kurang kan? Kalo kita lancar membacanya, kita disejajarkan derajatnya dengan para malaikat yang mulia, dan kalo kita belum lancar membacanya (terbata-bata), bagi kita 2 pahala. Kurang enak apa coba? Yang ga enak itu kalo kita ga mau membacanya. Nah, bagi yang masih terbata-bata tadi, jangan berpuas diri dengan memperoleh 2 pahala ya. Kalo kita tidak mau mempelajari/memperbaiki bacaan Al-Qur’an kita, malah jadinya dosa lho, kan Allah SWT lah yang menurunkan Al-Qur’an secara langsung.

3.
إِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَبِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafa’at kepada para pembacanya.” (HR. Muslim)

Kita sangat mengharapkan syafa’at di Hari Kiamat nanti bukan?

4.
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para Ahli Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya” (HR. Ahmad)

Masa sih kita menolak untuk menjadi keluarga Allah?

5.
لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الْقُرْآنَ. فَهُوَ يَقُوْمُ بِهِ أَنَاءَ اللَّيْلِ. وَآناَءَ النَّهَارِ. وَرَجُلٌ آتاَهُ اللهُ مَالاً. فَهُوَ يُنْفِقُهُ آناَءَ اللَّيْلِ وَآناَءَ النَّهَارِ
“Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan Al-Qur’an dan ia membacanya di waktu malam dan di waktu siang dan terhadap orang yang Allah berikan harta dan ia membelanjakannya untuk kebaikan di waktu malam dan di waktu siang.” (HR. Muslim)

((حَيَّ نَقْرَأُ الْقُرْآنَ))
((Mari kita membaca Al-qur’an))

———

KaLAM FK UGM 1438 H
|Sahabat dalam Kebaikan|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥FP: facebook.com/kalamfkugm
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
🗼Instagram : @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Reply