Artikel

Alasan Rosulullah Melarang Ummatnya Minum Sambil Berdiri

Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri”. Dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfingter. Sfinger adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri. Air yang kita minum otomatis masuk tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika menuju kandung kemih itu terjadi pengendapan di saluran speanjang perjalanan (ureter). Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana. read more

Manisnya Jilbab Syar’imu

Tau kan kalau wanita itu dimuliakan kedudukannya dalam Islam? Sungguh Alloh teramat menyayangi kita sebagai muslimah, dan dengan perintah menutup aurat itulah cara Alloh melindungi diri dan kemuliaan kita.

Seperti saat turunnya perintah menutup aurat pertama kali, yaitu Surat An-Nuur ayat 31, seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari:

“Bahwasannya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Ketika turun ayat ‘..dan hendaklah mereka menutupkan “khimar” kerudung-nya ke dada mereka..’ maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari). read more

Manfaat Waktu Bagi Seorang Muslim

Salah satu kenikmatan terbesar yang Allah SWT berikan kepada kita adalah waktu. Waktu adalah sebuah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan. Bayangkan jika ada seseorang yang memberi uang gratis kepada kita dengan jumlah yang sangat banyak. Namun, dengan syarat kita harus menghabiskan uang tersebut hanya dalam tempo 24 jam. Jika tidak habis uang sisa tersebut diambil kembali. Apa yang akan kita lakukan jika kita dalam kondisi demikian? Apakah kita akan diam dan merelakan uang tersebut hilang sia-sia? yakin kita pasti akan membelanjakan uang itu semaksimal mungkin tanpa sedetikpun melewatkannya. Setidaknya, seperti itulah gambaran kasar tentang waktu yang telah Allah berikan kepada kita. Setiap waktu yang Allah SWT berikan adalah sebuah rahmat yang harus kita syukuri. read more

Manajemen Waktu Dalam Islam

Waktu adalah salah satu nikmat tertinggi yang diberikan Allah kepada Manusia. Sudah sepatutnya manusia memanfaatkannya seefektif dan seefisien mungkin untuk menjalankan tugasnya sebagai makhluk Allah di bumi ini. Karena pentingnya waktu ini maka Allah swt telah bersumpah pada permulaan berbagai surat dalam al-quran yang turun di mekkah dengan berbagai macam bagian dari waktu. Misalnya bersumpah demi waktu malam, demi waktu siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, dan demi masa. Semisal dalam surat Al-Lail ayat 1-2, Allah berfirman: read more

Kisah Layang-Layang

Pada suatu sore yang cerah, dua anak laki-laki keluar untuk bermain. Masing-masing mereka membawa sebuah layang-layang. Yang satu membawa layang-layang berwarna biru, dan yang satunya lagi membawa layang-layang merah. Di lapangan mereka menerbangkan layang-layang masing-masing, hingga tinggi ke langit yang hampir tak berawan.

Di atas sana, layang-layang merah berbicara pada layang-layang biru.

”Hey, Biru, sore yang lumayan, ya.”

”Benar, Merah, cerah dan menyenangkan,” balas Biru sambil tersenyum. read more

Ketetapan Hati Tenaga Kesehatan Muslim Indonesia

Kalau dari awal udah terpikat sama judul artikel yang satu ini nggak bakalan nyesel deh. Judul ini adalah tema dari AMT yang dilaksanakan waktu acara The 7th Antibiotic yang dilaksanakan tanggal 8-9 Oktober 2011 kemarin di Malang, tepatnya di Universitas Brawijaya. Sekedar ingin berbagi ilmu dengan teman-teman semua, semoga yang sedikit saya ingat bisa bermanfaat banyak. Selamat membaca…

Sebagai seorang mahasiswa tentunya kita tak lepas dari yang namanya pikiran tentang akademik dan tak lepas juga dari yang namanya amanah di organisasi yang kita ikuti. Sering kita merasa lelah akan semua beban yang kita pikul, mulai dari tugas-tugas akademik yang kian mengalir bagaikan air, tapi dituntut juga untuk menyelesaikan kewajiban kita di organisasi. Bahkan mungkin pernah kita merasa iri pada teman-teman kita yang study oriented atas kelonggaran waktu yang mereka miliki. Tapi sadarlah kawan, bersyukurlah karena kita masih diberikan amanah oleh Allah. Itu artinya Allah tak ingin waktu yang diberikan-Nya kita gunakan dengan sia-sia. Coba tengok salah satu kata-kata orang bijak berikut ini read more

Ramadhan Over the Globe

Datangnya bulan suci Ramadhan, sangat dinanti kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia. Berikut ini gambaran sekilas bagaimana umat Islam menyambut hadirnya bulan penuh ampunan itu.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda,“Siapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan demi mencari pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”

Jepang

Dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan, umat Islam di Jepang saling berbagi kebahagiaan dengan saudaranya sesama Muslim. Namun jauh sebelum datangnya Ramadhan, kaum muslimin di Negeri Sakura itu telah mempersiapkan diri. Islamic Centre Jepang misalnya, telah membentuk semacam panitia Ramadhan yang bertugas menyusun kegiatan selama bulan puasa, mulai dari dialog keagamaan, majelis taklim, shalat tarawih berjamaah, penerbitan buku-buku keislaman dan segala hal yang terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa. read more

Seorang Mukmin Itu Seperti Lebah

Rasulullah ﷺ bersabda,“Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah ﷺ, “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.” read more

Spektrum Warna Waktu-Waktu Shalat

Setiap transisi waktu shalat sebenarnya menunjukkan perubahan energi alam ini yang bisa diukur dan diserap melalui perubahan warna alam.

SUBUH
Waktu shalat subuh dimulai setelah terbit fajar sampai terbitnya matahari.

Pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisme tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh memiliki rahasia terkait dengan penawar / rezeki dan komunikasi.

Mereka yang sering tertinggal waktu subuhnya atau terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan mengalami masalah komunikasi dan rezeki. read more

Suara Emas dari Ethiopia

Suatu malam, jauh sepeninggal Rasulullah, Bilal bin Rabbah, salah seorang sahabat utama, bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya itu, Bilal bertemu dengan Rasulullah. “Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali kepadamu,” demikian Rasulullah berkata dalam mimpi Bilal. “Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu,” kata Bilal masih dalam mimpin-ya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Ia dirundung rindu. Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara, kisah mimpi Bilal segera memenuhi ruangan kosong di hampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya. Hari itu, Madinah benar-benar terbungkus rasa haru. Kenangan semasa Rasulullah masih bersama mereka kembali hadir, seakan baru kemarin saja Rasulullah tiada. Satu persatu dari mereka sibuk sendiri dengan kenangannya bersama manusia mulia itu. Dan Bilal sama seperti mereka, diharu biru oleh kenangan dengan nabi tercinta. Menjelang senja, penduduk Madinah seolah bersepakat meminta Bilal mengumandangkan adzan Maghrib jika tiba waktunya. Padahal Bilal sudah cukup lama tidak menjadi muadzin sejak Rasulullah tiada. Seolah, penduduk Madinah ingin menggenapkan kenangannya hari itu dengan mendengar adzan yang dikumandangkan Bilal. Akhirnya, setelah diminta dengan sedikit memaksa, Bilal pun menerima dan bersedia menjadi muadzin kali itu. Senjapun datang mengantar malam, dan Bilal mengumandangkan adzan. Tatkala, suara Bilal terdengar, seketika, Madinah seolah tercekat oleh berjuta memori. Tak terasa hampir semua penduduk Madinah meneteskan air mata. “Marhaban ya Rasulullah,” bisik salah seorang dari mereka. Sebenarnya, ada sebuah kisah yang membuat Bilal menolak untuk mengumandangkan adzan setelah Rasulullah wafat. Waktu itu, beberapa saat setelah malaikat maut menjemput kekasih Allah, Muhammad salallahu alaihi wasalam, Bilal mengumandangkan adzan. Jenazah Rasulullah, belum dimakamkan. Satu persatu kalimat adzan dikumandangkan sampai pada kalimat, “Asyhadu anna Muhammadarrasulullah.” Tangis penduduk Madinah yang mengantar jenazah Rasulullah pecah. Seperti suara guntur yang hendak membelah langit Madinah. Kemudian setelah, Rasulullah telah dimakamkan, Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. “Adzanlah wahai Bilal,” perintah Abu Bakar. Dan Bilal menjawab perintah itu, “Jika engkau dulu membebaskan demi kepentinganmu, maka aku akan mengumandangkan adzan. Tapi jika demi Allah kau dulu membebaskan aku, maka biarkan aku menentukan pilihanku.” “Hanya demi Allah aku membebaskanmu Bilal,” kata Abu Bakar. “Maka biarkan aku memilih pilihanku,” pinta Bilal. “Sungguh, aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah,” lanjut Bilal. “Kalau demikian, terserah apa maumu,” jawab Abu Bakar. Di atas, adalah sepenggal kisah tentang Bilal bin Rabah, salah seorang sahabat dekat Rasulullah salallahu alayhi wasalam. Seperti yang kita tahu, Bilal adalah seorang keturunan Afrika, Habasyah tepatnya. Kini Habasyah biasa kita sebut dengan Ethiopia. Seperti penampilan orang Afrika pada umumnya, hitam, tinggi dan besar, begitulah Bilal. Pada mulanya, ia adalah budak seorang bangsawan Makkah, Umayyah bin Khalaf. Meski Bilal adalah lelaki dengan kulit hitam pekat, namun hatinya, insya Allah bak kapas yang tak bernoda. Itulah sebabnya, ia sangat mudah menerima hidayah saat Rasulullah berdakwah. Meski ia sangat mudah menerima hidayah, ternyata ia menjadi salah seorang dari sekian banyak sahabat Rasulullah yang berjuang mempertahankan hidayahnya. Antara hidup dan mati, begitu kira-kira gambaran perjuangan Bilal bin Rabab. Keislamannya, suatu hari diketahui oleh sang majikan. Sebagai ganjarannya, Bilal di siksa dengan berbagai cara. Sampai datang padanya Abu Bakar yang membebaskannya dengan sejumlah uang tebusan. Bisa dikata, di antara para sahabat, Bilal bin Rabah termasuk orang yang pilih tanding dalam mempertahankan agamanya. Zurr bin Hubaisy, suatu ketika berkata, orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah. Kemudian setelah beliau, ada Abu Bakar, Ammar bin Yasir dan keluarganya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad. Selain Allah tentunya, Rasulullah dilindungi oleh paman beliau. Dan Abu Bakar dilindungi pula oleh sukunya. Dalam posisi sosial, orang paling lemah saat itu adalah Bilal. Ia seorang perantauan, budak belian pula, tak ada yang membela. Bilal, hidup sebatang kara. Tapi itu tidak membuatnya merasa lemah atau tak berdaya. Bilal telah mengangkat Allah sebagai penolong dan walinya, itu lebih cukup dari segalanya. Derita yang ditanggung Bilal bukan alang kepalang. Umayyah bin Khalaf, sang majikan, tak berhenti hanya dengan menyiksa Bilal saja. Setelah puas hatinya menyiksa Bilal, Umayyah pun menyerahkan Bilal pada pemuda-pemuda kafir berandalan. Diarak berkeliling kota dengan berbagai siksaan sepanjang jalan. Tapi dengan tegarnya, Bilal mengucap, “Ahad, ahad,” puluhan kali dari bibirnya yang mengeluarkan darah. Bilal bin Rabah, meski dalam strata sosial posisinya sangat lemah, tapi tidak di mata Allah. Ada satu riwayat yang membukti-kan betapa Allah memberikan kedudukan yang mulai di sisi-Nya. Suatu hari Rasulullah memanggil Bilal untuk menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung, amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah. “Wahai Bilal, aku mendengar gemerisik langkahmu di depanku di dalam surga. Setiap malam aku mendengar gemerisikmu.” Dengan wajah tersipu tapi tak bisa menyembunyikan raut bahagianya, Bilal menjawab pertanyaan Rasulullah. “Ya Rasulullah, setiap kali aku berhadats, aku langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat.” “Ya, dengan itu kamu mendahului aku,” kata Rasulullah membenarkan. Subhanallah, demikian tinggi derajat Bilal bin Rabah di sisi Allah. Meski demikian, hal itu tak menjadikan Bilal tinggi hati dan merasa lebih suci ketimbang yang lain. Dalam lubuk hati kecilnya, Bilal masih menganggap, bahwa ia adalah budak belian dari Habasya, Ethiopia. Tak kurang dan tak lebih. Bilal bin Rabah, terakhir melaksanakan tugasnya sebagai muadzin saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah. Saat itu, Bilal sudah bermukim di Syiria dan Umar mengunjunginya. Saat itu, waktu shalat telah tiba dan Umar meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan sebagai tanda panggilan shalat. Bilal pun naik ke atas menara dan bergemalah suaranya. Semua sahabat Rasulullah, yang ada di sana menangis tak terkecuali. Dan di antara mereka, tangis yang paling kencang dan keras adalah tangis Umar bin Khattab. Dan itu, menjadi adzan terakhir yang dikumandangan Bilal, hatinya tak kuasa menahan kenangan manis bersama manusia tercinta, nabi akhir zaman, Rasulullah salallahu alaihi wasalam. Sumber:eramuslim.com