Kemuslimahan

Meneladani Si Humairoh, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha

resume ceria

Oleh : Rofi’atul Khoiriyah

Ceria 29 April 2016

Pada zaman masyarakat Yunani, Romawi, Persia, Yahudi, bahkan di kalangan masyarakat Arab jahiliyah, kedudukan wanita sebelum datangnya Islam di pandangan mereka sangatlah rendah, hina, wanita dianggap sebagai sumber masalah serta diperlakukan semena-mena. Kemudian Islam hadir dan Allah mengangkat derajat wanita sebagaimana tercantum dalam Q.S. An-Nahl: 58-59.

Allah ta’ala berfirman :

(وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59 read more

Apakah yang kita kenakan saat ini? Jilbab, khimar, atau hijab?

160422

Oleh : Mifta Seftyaningrum

Ceria 22 April 2016

Perintah menjulurkan kain dari ujung kepala hingga menutupi dada telah tercantum di dalam Al-Qur’an, misalnya dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An Nur ayat 31.

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا read more

Aku dan Takdirku

Rangkuman materi CERIA

Jumat, 27 Maret 2015

Pembicara : Dilla Sri Wahyuni | Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM 2013

 

Kebetulan saja tadi aku bertemu dengan fulanah,” ujar seseorang.

Sebenarnya, apakah ada yang namanya “kebetulan”? Di antara kita tentu saja pernah mengatakan hal seperti di atas. Jika kita mengatakan hal seperti itu, artinya kita masih percaya bahwa sesuatu bisa terjadi secara kebetulan. Padahal segala sesuatu itu tidak terjadi secara kebetulan, melainkan Allah sudah menetapkannya. Segala ciptaanNya sudah mempunyai ketentuan dan ketetapan masing-masing dari Allah. Daun yang jatuh saja sudah mempunyai ketentuan dariNya. Itulah yang disebut dengan takdir. read more

Pantaskah Aku Menjadi Hamba Pilihan-Mu

Ceria (RK 2, 13-3-2015)
Pembicara : Nurul Hidayatullah

Menghamba dengan baik, kata orang adalah dengan menjalankan perintah sebaik-baiknya sesuai ketentuan. Di setiap perintah pula, akan ada hadiah dan hukuman. Dalam agama kita (Islam) sudah kita ketahui bahwa hadiah dan hukuman itu adalah surga dan neraka. Bagaimana sih agar kita yakin bahwa ada surga dan neraka? Yaitu dengan menjalankan ibadah sepenuh hati sesuai perintah agama.

Menjalankan perintah juga akan menjadi lebih mudah ketika kita mencintai yang memberi perintah, bukan hanya karena hadiahnya. Namun tidak benar jika kita mencintai sebelum kita mengenal. Sedangkan yang sangat wajib kita cintai sebagai pemilik agama Islam adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita tidak bisa mencintai Allah jika belum mengenal-Nya. read more

Bagaimana Ku Harus Mencintaimu?

Apa itu cinta? Apa dan siapa yang dapat kita cintai? Dan bagaimana kita harus mencintai? Ada begitu banyak pertanyaan yang muncul ketika membaca judul tersebut. Cinta dalam bahasa Arab sendiri disebut sebagai mahabbah. Mahabbah sendiri berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan yang berarti mencintai secara mendalam. Cinta pun punya definisi masing-masing bagi setiap orang, bergantung pada sudut pandang orang tersebut. Cinta bagi sebagian orang berarti menerima segala kelebihan dan kekurangan. Namun, poin pentingnya, cinta memiliki arti yang sederhana: cinta adalah memberi. Begitu setidaknya menurut Kak Dwi Karina Ariadni yang biasa dipanggil Kak Wina dalam acara Ceria (Cerita inspiratif tentang muslimah) yang diadakan oleh KaLAM FK UGM pada Jum’at, 6 Maret 2015 di Ruang Kuliah Bambang Soetarso lantai tiga. read more

Manisnya Jilbab Syar’imu

Tau kan kalau wanita itu dimuliakan kedudukannya dalam Islam? Sungguh Alloh teramat menyayangi kita sebagai muslimah, dan dengan perintah menutup aurat itulah cara Alloh melindungi diri dan kemuliaan kita.

Seperti saat turunnya perintah menutup aurat pertama kali, yaitu Surat An-Nuur ayat 31, seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari:

“Bahwasannya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Ketika turun ayat ‘..dan hendaklah mereka menutupkan “khimar” kerudung-nya ke dada mereka..’ maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari). read more

Fiqh Wanita : Berhias #3

12. Tabarruj

 a. Definisi tabarruj

Tabarruj berarti berhias dengan memperlihatkan kecantikan dan menampakan keindahan tubuh dan kecantikan wajah. Qatadah mengatakan: “ Yaitu wanita yang jalannya dibuat- buat dan genit.”

Tabarruj adalah tindakan yang dilakukan seorang wanita dengan melepaskan jilbabnya, sehingga tampak darinya, gelang dan kalungnya,” papar Mutaqil.
Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan: “ Yaitu wanita yang keluar rumah dengan berjalan dihadapan orang laki- laki. Yang demikian itu disebut sebagai tabarruj jahiliyah.”
Imam Al- Bukhari mengatakan: Tabarruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakan kecantikanya kepada orang lain.”
b. Larangan tabarruj dalam Al- Qulr’an
Allah telah melarang tabarruj melalui dua ayat dalam Al- Qur’an:
Pertama adalah firman- Nya:
“Dan perempuan- perempuan tua yang telah terhenti ( dari haid dan mengandung) yang tiada keinginan untuk kawin, tiadalah dosa atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak bermaksud menampakan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur.60)
Kedua adalah firman- Nya:
“Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku ( bertabarruj) seperti orang- orang jahiliyah dahulu.”(Al- Ahzab: 33) read more

Muslimah Pencetak Generasi

Bismillahirrahmanirrahim..

 Selamat membaca teman-teman..

Ketika terdengar kata muslimah, apa sih yang terngiang di otak kita? Hmm… Apakah muslimah adalah orang yang parasnya cantik? IP-nya bagus? Ikut organisasi sana-sini? Atau muslimah itu orang yang paling beken?

Jawabannya tentu bukan hanya itu!

Seorang muslimah adalah seorang yang mampu menjaga dirinya. Seorang muslimah adalah seorang yang berkenan untuk menjauhi seluruh larangan Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya demi ridlo dari-Nya. read more

Fiqh Wanita : Berhias #2

6. Larangan Menjulurkan Pakaian

Dari Abdullah bin Umar, dia menceritakan, Rasulullah telah bersabda : “Barangsiapa menarik (menyeret) pakaian karena sombong, niscaya Allah tidak akan memandangnya. “ Lalu Ummu Salamah bertanya: “ Bagaimana kaum wanita harus membuat ujung pakaiannya?”

“Hendaklah mereka menurunkan pakaian mereka sejengkal dari pertengahan betis kaki), “ jawab rasulullah.Selanjutnya Ummum salawah berkata: “ kalau begitu kaki mereka tetap tampak?” Beliau berkata hendaklah mereka menurunkan satu hasta dan tidak boleh melebihinya. “(HR.An-Nasa’i) read more

Fiqh Wanita : Berhias #1


1. Berhias Merupakan Sunnah Alamiah

Dari Aisyah Rasulullah telah bersabda:

“Sepuluh hal yang termasuk fitrah: mencukur kumis, memotong kuku, menyela- nyela ( mencuci) jari jemari, memanjangkan jenggot, siwak, istinsyaq (memasukan air kehidung), mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan intiqashul ma’a istinja).

Mush’ abbin Syaibah mengatakan: “ Aku lupa yang kesepuluh, melainkan berkumur”.

Dari Abu Hurairah dia mengatakan: “ Lima perkara yang merupakan bagian dari fitrah: Memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, dan khitan”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim) read more