Cerita KaLAM! – Dalam Dekapan Ukhuwah Aku Menjadi Hangat, Dalam KeridhoanNya Aku Menjadi Bermakna

Dalam Dekapan Ukhuwah Aku Menjadi Hangat, Dalam KeridhoanNya Aku Menjadi Bermakna

Hatiku berkata..

Tahun pertama di FK, rasanya menyenangkan, tapi lambat laun aku menyadari satu hal yang benar benar hilang. Kehangatan ukhuwah, yang sejatinya selalu aku dapatkan selama 1 tahun aku menunggu setelah masa SMA ku berakhir.

Ya, aku sangat serius masuk FK hingga aku rela menunggu 1 tahun walaupun pada awalnya itu sangat menyakitkanku. Tanpa kejelasan status dan teman-teman yang kupikir memang semuanya fana di dunia ini. Tapi kefanaan ini kurasakan begitu jelas. Aku bahkan kehilangan arah saat itu. Namun aku menemukan mereka yang mengajakku berlari, dengan jilbab syar’i mereka, mengulurkan tangannya dan menggenggam tanganku erat.

Saat pertama aku masuk di gerbang FK, aku selalu dirundung rindu. Ya, rindu dengan saudariku tercinta di sana. Alhamdulillah Allah masih mengikat kami erat dalam ukhuwah, kami senantiasa berkabar. Namun tetap saja tidak bisa sesering dulu karena kami sibuk dengan kuliah kami masing-masing.

Terpaut jarak, membuatku sedikit merasa sepi. Apalagi first impressionku terhadap anak FK membuatku menjadi sosok yang pendiam.

Namun, suatu hari aku mendapat surat cinta dan setangkai bunga mawar dari kakak tingkat di FK saat masa orientasi di sesi kerohanian. Dengan senyumnya berkata “Baarakallaah”. Jujur rasanya seakan menemukan orang yang berjalan di jalan yang sama. Aku menjadi sedikit lebih tenang, dan mereka adalah kakak-kakak terbaik. :”)

Ukhuwah itu sangat indah kurasakan. Hingga aku menjadi lupa bahwa kebersamaan kita di dunia hanyalah sementara.

Aku jadi semakin mengharapkan kebersamaan kita selalu sampai di akhirat nanti. Tak bisa kubayangkan betapa bahagianya bersama mereka yang kucinta dan aku cintai karena Allah. Saling merajut rindu dalam do’a, saling mengucap salam keselamatan, saling mendo’akan kebahagiaan.

Hmmm, dari mereka aku banyak belajar untuk mengenal Allah, untuk selalu ridho atas ketetapannya, seperti apa yang saudariku tercinta bilang “Allah itu maha baik. He’s the best planner” dan aku sangat percaya itu karena aku telah mengalami dan menyadarinya. :’) Walaupun kupikir itu sangatlah terlambat.

Dari mereka aku banyak belajar untuk selalu tersenyum dan berbuat baik sebanyak mungkin, meskipun itu menyakitkan saat berbuat baik pada seseorang yang telah menyakitimu sebelumnya. Padahal dengan begitu kamu bisa ridho atas ketetapan Allah,

“Karena kamu ga tahu besok atau nanti kamu masih bernafas atau engga.”
(She said to me..)

Hmm uhibbukum fillah ukh.

Terimakasih karena telah mengenalkanu pada hangat indahnya ukhuwah islamiyyah itu :”)

Of course terimakasih Allah karena telah mempertemukanku dengan mereka yang aku sayang dan menyayangiku karenaMu.

Mereka, ya mereka semua..

Surabaya, Bandung, Depok, Lampung, Padang, dan KaLAM

Dari :
Hamba Allah (Salah satu staf KaLAM 1438 H)

Editor :
Azmi Azizah

KaLAM FK UGM 1438 H
|Sahabat dalam Kebaikan|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥FP: facebook.com/kalamfkugm
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
🗼Instagram : @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *