[NOTULENSI MADINA ] “Baktiku Duhai Bapak Ibuku” oleh Ustadz Sulaiman Rasyid

Mukaddimah : Diantara sebab yang paling utama yang membuat islam kembali berjaya, yang membuat kaum muslimin disegani lawan, yang membuat pertolongan Allah cepat datang, yang membuat tiadak adanya penyesalan akan waktu di hari kiamat adalah tatkala seorang insan hamba Allah dia sangat termotivasi, bersemangat,berhasrat ke majelis yang di dalamnya disebutkan nama Allah, dibacakan ayat-ayat Allah. Yaitu majelis ilmu. Tipu daya syaitan membuat malas menuntut ilmu agama. Semangat untuk rapat, pergi, tapi malas untuk memperbaiki kebodohannya. Setan akan memasang berjuta perangkap, seolah-olah membuat orang itu melakukan sesuatu yang lebih baik. Mudah-madahan yang meluangkan waktunya sejenak, yang dikawal Nabi Muhammad SAW
‘Barang siapa Allah ingin seseorang menjadi baik, maka Allah akan membuatnya paham akan ilmu’
Kebalikannya jika Allah ingin keburukan akan dirinya maka Allah tidak akan menggerakkan kakinya, hatinya, tidak akan menarik sulbinya untuk menuntut ilmu agama. Bukan di waktu luang tapi luangkan waktu. Allah akan berkahi waktu.
Ketika Sahabta bertanya: di mana taman-taman surga?
Rasul menjawab : majelis dzikir/ilmu.
Menuntut ilmu agama hukumnya fardhu ‘ain. Allah akan menyebut nama kita di antara malaikat pengagung ‘arsy.

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Ilmu tafsir : ketika sebuah ayat yang didahului sebuah perintah sangat penting kemudian diikuti perintah lain maka perintah yang lain tersebut naik level menjadi hampir mendekati yang penting.

Allah berfirman: ”dan telah menetapkan Tuhanmu jangan sekali-kali kalian beribadah kecuali kepada Allah.” (QS. Al-Isra’)
Perintah agung yang paling agung (tauhid) diikuti ‘dan hendaknya kepada orang tua berbuat ihsan’. Birul walidain sangat peting karena disandingkan dengan tauhid. Kenapa Allah sandingkan? Ulama mengatakan seorang muslim sejati, seorang ahli tauhid adalah seorang yang sangat berbakti kepada ortunya.

Ayat kedua : perintah tauhid diikuti birul walidain
Ibnu abbas: supaya diterima, berjihadlah kepada orang tua mu (bersungguh-sungguh melayani orang tuamu)
Aku tidak tahu amalan selain tauhid yang bisa menghapus dosa selain birul walidain
Sa’ad bin mas’ud bertanya kepada Rasul “apa amal yang paling utama”
Rasul menjawab “sholat tepat pada waktunya” kemudian Sa’ad bertanyalagi “lalu Amal apa lagi?” Rasul menjawab “Birrul walidain” Sa’ad bertanya : Kemudian apa lagi? Rasul menjawab Jihad di jalan Allah.

Al kisah ada seorang sahabat yang ingin berjihad kemudian meminta izin kepada kedua orang tuanya namun orang tua sahabat tersebut tidak mengizinkan ia berjihad di karekan umurnya yang masih belum sangat belia.
Sahabat kemudia berkata “Mereka (orang tua) menangis mengiba-mengiba agar aku tidak berangkat jihad ”
Rasul menjawab “Kembalilah ke orang tuamu, buat mereka tersenyum sebagaimana engkau buat mereka meneteskan air mata mereka (jihad wajib jika musuh sudah masuk negeri, jika belum lebih baik birrul walidain)

Kewajiban & keutamaan berbakti kepada kedua orang tua :
Sabda Rasul “Ridha Allah tergantung ridha orang tuamu , murka Allah tergantung murka orang tuamu”. Maksudnya adalah salah satu pintu besar Allah ridha kepada seorang hamba adalah ketika orang tuanya ridha kepadanya. Bukan ridha Allah ditentukan mutlak oleh ridha orang tua.

Seorang anak yang membuat ortuanya meneteskan air mata, hatinya sakit, memalukan, maka Allah akan beri balasan. Belum ada suatu balasan yang lebih cepat dari durhaka kepada orang tua.

Birrul walidain adalah pintu surga yang paling tengah (paling besar/ utama setelah tauhid) . Birrul Walidain menjadi sebab datangnya pertolongan Allah di saat-saat sempit, genting, kritis .

Dalil : kisah 3 org yg terkurung dalam gua.

Yang pertama : ya Allah saya punya saudari sepupu dengan masalah keuangan keluarga, maka saya ajak dia berzina dan dia tidak mau berzina sampai dalam kondisi sempit dia terpaksa mau. Kemudian di dalam kamar saya tanya ia Kenapa kamu menangis? Karena aku belum pernah disentuh laki2 lain. Walaupun tidak ada yang melihat saat ini tapi Allah tau. Laki-laki tersebut ikut menangis dan ketakutan. Kemudian diberikannya kepada saudarinya selimut untuk menutup tubuhnya. Ya Allah jika karena itu kau ampuni aku, maka bukakan pintu gua.
Pintu bergeser 1/3

Kedua : gaji karyawan belum diberi dan dipakai. Tiba-tiba datang dan inta yang tertunda. Dijawab sudah menjadi kambing 1 lembah. Dia membawa tanpa sisa. Ya Allah jika aku sudah mengatakan kejujuran maka bukakan pintu gua.
Terbuka 1/3 lagi

Ketiga : ya Allah Engkau tau aku orang yang paling berbakti kepada orang tua. Aku bekerja sampai dengan sore, perahkan susu kambing. Orang tua sudah tidur. Aku berdiri menunggu. Anak-anakku datang, menarik baju, meminta susu kambing. Tidak akan aku berikan sampai dengan simbah puas meminum susu kambing. Ya Allah jika aku mengutamakan orang tua dari anak maka bukalah pintu gua ini. Maka pintu gua bergeser dan terbuka.

Tidak semua yang kita inginkan diberikan orang tua tapi semua yang mereka miliki diberikan kepada kita.

Berbakti kepada orang tuaMenjadi sebab terbukanya pintu rezeki yang sangat luas. Sabda Rasul “barangsiapa yang ingin rezekinya dilapangkan oleh Allah dan dipanjangkan umurnya dalam keberkahan maka hendaknya ia menyambung tali silaturrahim (hubungan karena sedarah, sepersusuan)” (Shahih bukhari)
Ukhuwah islamiyah (rekan kerja, teman, ..) terkalahkan silaturrahim kecuali dalam beberapa keadaan.
Maka sebaik-baik silaturrahim adalah kepada orang tua dan seburuk-buruk memutus silaturrahim adalah dengan orang tua.

Cara menyambung menyambung silaturrahim dengan orang tua adalah dengan Menjenguk, bertanya kabar melalui telpon, sms, dll.

Cara berbakti kepada orang tua ketika di perantauan adalah dengan menjaga nama baik keluarga. Gunakanlah perbendaharaan harta yang diberikan orang tua dengan amanah .
Ada seorang syeikh yang punya orang tua yang sudah tua. Setiap mengajar diberi jeda tiap 30 menit untuk menelpon orang tua. Jika orang tuanya sakit diberi jeda tiap 15 menit untuk menelpon orang tua.

Salah satu cara berbakti kepada orang tua juga dengan menuntut ilmu agama apa hubungannya? Diantara cara yang paling utama. Rasul bersabda “Apabila seorang meninggal maka terputus seluruh amalnya kecuali,…,…., atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya”.

Ciri anak sholeh adalah anak yang suka belajar agama .Kisah-kisah menakjubkan bagaimana anak-anak muda jaman dulu menunjukkan cara-cara elegan birul walidain.
Kitab uswatun shaffah menceritakan orang-orang saleh jaman dulu. Diantaranya kisah khalid bin Ya’ya al ‘uruqi yang negerinya dipimpin seorang yang dzalim. Desa yang dibenci. Karena menghasilkan banyak ulama. Perintah menyerang, membunuh, manawan. Ayahnya yang tua renta ditawan pasukan kerajaan di saat puncak musim dingin. Untuk menyiksa diantaranya air untuk berwudhu harus diambil sore hari. Ba’da maghrib tidak ada waktu untuk keluar. Intinya : air yang dibiarkan sepanjang malam akan terasa sangat dingin. Khalid bingung bagaimana dengan ayahnya, merebahkan punggung, diatap ada penerangan, muncul ide cemerlang. Dia angkat 1 ember, berjinjit dengan 1 tangan, dilakukan sampai dengan subuh. Sehingga air tetap hangat. Dia diikuti tawanan lain. Diketahui, aturan baru : lampu tidak boleh di sel hanya boleh di lorong penjara. Idenya menjelang waktu subuh dia buka bajunya dan menempelkan ember ke perut.
Zainal ‘abidin (nama sejarah, asli : Ali bin Mursyid bin Abi Thalib) selesai shalat subuh dicegahnya pulang dari masjid. Ia gagah usia belasan tahun. Diinterograsi terkait durhaka kepada ibu. Zainal berkata : Saya tidak pernah durhaka. kemudian
Warga berkata : Katanya engkau tidak pernah makan dengan ibu. Betul, sejak baligh saya tidak pernah makan dengannya. Ketika saya sudah tahu hukum-hukum agama (syariat) . Saya tidak ingin ketika makan bareng, ketika sama-sama ingin menjumput makanan dan tangan saya lebih cepat sehingg ibu mempersilahkan saya untuk memakannya. Saya tidak mau digolongkan anak durhaka.

Seorang ayah pekerjaan serabutan. Istrinya cuci piring dari rumah ke rumah. Ibunya sudah sepuh tinggal di depan rumah saya di belakang bekas kandang kambing. Ibunya ingin pindah ke belakang tapi ditolak. Kamar mandi di luar, jalan becek kalau hujan. Di suatu malam ibunya ingin ke belakang saat hujan. Ibu terpeleset tidak sampai jatuh. Paginya tanya punya tabungan berapa, Cuma cukup untuk anak sekolah. Kalau untuk nyemen rumah bisa tapi konsekuensinya anak tidak sekolah. Ternyata istrinya setuju. Semoga dengan kita mudahkan jalan ibu Allah mudahkan jalan kita. Nggak sampai 1½ tahun entah dari mana ceritanya, sampai dengan hari ini harta kami 100x lipat dari apa yang saya keluarkn 1 ½ tahun lalu. Saya takut jika sudah dapat balasan sekarang jatah saya di akhirat dikurangi.

Lalu bagaimana cara berbakti jika orang tua sudah meninggal?
Dengan memberi suatu sedekah atas nama orang tua.
kisah pertama : sahabat anshar buru-buru pulang dari syam ke madinah. Wahai rasul ibuku meninggal sementara aku tidak sempat menemaninya. Sampaikah jika aku bersedakah atas namanya? Na’am, bersedekahlah. Ya Rasulullah saksikanlah seluruh kurma saya sedekahkan untuknya.

Kisah kedua : Suatu hari imam Bukhari belum tahu sifat suatu perawi. Ia izin kepada ibunya, tapi suatu hari ia kesusahan menggerakkan hewan. Ia teringat belum bicara kepada orang tua, ia kembali masuk dan izin, akhirnya hewan mau bergerak.

Nah, itulah beberapa cara kita berbakti kepada orang tua. Semoga kita bisa menjadi anak yang taat beribadah kepada kedua orang tua. Aamiin yaa Robbal’aalamiin 😇

———

KaLAM FK UGM 1438 H
|Sahabat dalam Kebaikan|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥FP: facebook.com/kalamfkugm
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
🗼Instagram : @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *