ADAB DUDUK DAN MAJELIS

Duduk???

Iya, ternyata duduk ada adabnya loh teman-teman.. ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, sampai-sampai masalah duduk pun ada adabnya .

Duduk merupakan sesuatu yang sangat lekat dengan kehidupan kita. Bahkan, setiap hari kita pasti duduk. Entah itu duduk ketika kuliah, duduk dalam majelis ilmu atau kajian, duduk di pinggir jalan, dan duduk-duduk lainnya. Nah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita memperhatikan adab-adab ketika duduk maupun bermajelis.

Berikut adab (etika-etika) dalam duduk dan bermajelis :

👉 Apabila hendak duduk, terlebih dahulu ia memberi salam kepada orang-orang yang ada di dalam majelis, kemudian duduk di tempat duduk yang masih tersisa. Ia tidak boleh menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya dan tidak duduk di antara dua orang kecuali dengan izin mereka berdua. Sebab, Rasulullah SAW telah bersabda,

فسحؤاوسعؤاوتت كنولفيه يجلسه ثممجلسه رجلامن احدكملايقيمن
”Janganlah seorang di antara kalian membangunkan seseorang dari majelisnya (tempat duduknya), lalu ia duduk di tempatnya, akan tetapi hendaklah kalian memperluas dan memperlapang (majelis). ”

Diriwayatkan oleh al Bukhari no.119 dan Muslim, no.2174
Apabila seseorang keluar dari tempat duduknya lalu kembali lagi maka ia lebih berhak menempati tempatnya tadi, karena Rasulullah SAW bersabda,
”Apabila salah seorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya, kemudian kembali lagi, maka ia lebih berhak menempati tempatnya tersebut.”
HR. Muslim no. 2179

👉 Tidak duduk di tengah-tengah halaqah (lingkaran majelis), karena Hudzaifah menuturkan, ”Rasulullah SAW mengutuk (melaknat)orang yang duduk di tengah-tengah lingkaran majelis. ”
HR. Abu Dawud, no. 4826 dengan sanad Hasan

👉 Apabila Akan duduk, hendaknya memperhatikan adab dan etika seperti duduk dengan tenang dan hikmat, tidak menggosok-gosok gigi atau memasukkan jari ke lubang hidung, atau banyak berludah dan buang ingus, tidak pula banyak bersin dan menguap. Sebaiknya ucapannya teratur dan sopan, jika berbicara maka berupaya semaksimal mungkin untuk berbicara yang benar , tidak banyak berbicara, dan menghindari senda-gurau atau perdebatan. Apabila orang lain berbicara, didengar dengan baik, tidak berlebihan kagum dengan pembicaraan orang yang berbicara, dan sebaiknya tidak memutus pembicaraan orang lain.

Jika duduk di pinggir-pinggir jalan, seorang muslim memperhatikan adab-adab berikut ini :

👉 Menundukkan pandangan mata, tidak melemparkan pandangan mata kepada wanita muslimah yang lewat atau sedang berdiri di depan pintu rumahnya, dan tidak memandang karena dengki terhadap seseorang atau mengejek orang lain.
Menahan diri, tidak mengganggu orang yang lewat siapapun dia. Tidak menyakiti seseroang dengan lisannya, seperti memaki atau berkata kotor, tidak menyakiti
seseroang dengan lisannya, seperti memaki atau berkata kotor, tidak menyakiti dengan tangan, juga tidak menghadang orang di tengah jalan dengan menghalang-halangi orang yang lewat atau memotong jalan mereka.

👉 Hendaknya membalas salam orang yang mengucap salam kepadanya, sebab menjawab salam itu hukumnya wajib, sebagaimana firman Allah dalam Surat An Nisa : 86 yang artinya :
”Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). ”
Memerintahkan kepada ma’ruf yang diabaikan di hadapannya, sedangkan ia menyaksikannya. Contohnya, ada seseorang yang sedang kelaparan lewat, maka seorang muslim yang menyaksikannya wajib memberinya makan semampunya, jika tidak maka ia menyuruh orang lain agar memberinya makanan.

👉 Mencegah setiap perbuatan munkar yang ia saksikan di hadapannya. Sebab, mengubah kemunkaran itu sama dengan menyuruh kepada yang maruf.
Memberikan petunjuk kepada orang yang tersesat. Jika ada orang meminta kepadanya untuk menunjukkan rumah atau suatu jalan maka ia wajib menjelaskan rumah yang dia cari atau menunjukkan jalan yang dimaksud.

👉 Termasuk etika duduk adalah memohon ampun kepada Allah ketika akan bubar dari majelis itu sebagai penghapus dosa yang dilakukan di majelis. Apabila Rasul akan bubar dari majelisnya, beliau mengucapkan :

. اليك واتوب استغفرك الاانت لاالهاشهدان وبحمدك اللهمسبحانك
”Mahasuci Engkau Ya Allah, dan dengan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu. ”
Semoga bermanfaat 😊

Sumber : Buku Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi

———

KaLAM FK UGM 1438 H
|Sahabat dalam Kebaikan|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥FP: facebook.com/kalamfkugm
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
🗼Instagram : @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *