[Siapkah Kau diMatikan Esok Hari?]

Pernahkah kalian berpikir jiwa raga kalian yang disibukkan dengan duniawi ini akan dimatikan esok hari? Lalu, apa yang sudah kalian persiapkan?

Sebagai mahasiswa kedokteran mungkin semua mengalami fase jatuh bangun yang hampir sama.
Sibuk belajar untuk praktikum dan ujian, tetapi tetap saja nilainya tidak sebaik teman kita. Lalu, kita semakin berusaha untuk belajar lebih giat. Apapun kita lakukan agar nilai kita bisa lebih baik.
Ada pula teman yang sangat berprestasi dalam lomba. Seluruh Indonesia telah dijelajahi karena selalu saja menjadi juara. Bahkan negeri nan jauh di sana pun tak luput dari prestasinya. Lalu, kita pun mencoba mendaftar lomba. Walaupun selalu gagal, kita selalu mencoba dengan diiringi harapan bahwa suatu saat kita bisa menjadi seperti mereka.
Tentu banyak pula teman yang organisasinya mantap djiwa. Gaya bahasa, ekspresi, intonasi, semuanya membuat kita yakin “seperti inilah sosok pemimpin”. Lalu, kita pun mendaftar berbagai organisasi dengan harapan bisa meminimalkan rasa pemalu dalam diri kita dan bisa memaksimalkan potensi terpendam dalam diri kita. Semua organisasi dengan penuh semangat kita jalankan amanahnya. “Untuk membangun relasi, biar nanti cari kerja gampang”, banyak pula yang berpikir demikian.

Semua itu kita lakukan agar masa depan kita cerah, punya sosial yang bagus, rumah mewah, pasangan ideal, dan lain-lain. Namun, apa hanya itu tujuan kita hidup? Ada pula yang mengelak “engga kok, aku ga ngejar duniawi. aku mau bahagian orang tuaku yang udah susah payah biayain aku kuliah” “iya aku mau jadi orang sukses, tapi definisi sukses itu luas. menurutku orang paling sukses adalah orang yang paling banyak menebar manfaat”, dan sebagainya.

Di sini aku tidak akan membahas tentang kunci kesuksesan atau definisi yang baik dan benar dari kesuksesan. Mungkin itu bisa kalian baca di buku motivasi yang banyak beredar. Namun, aku hanya ingin bertanya “Apa yang sudah kalian siapkan untuk hari kemudian?”

“Aku sholat kok. Aku ngaji, puasa, zakat, berdoanya sama Allah, dll. Aku juga belajar biar dapet ilmu, kan Islam menganjurkan kita agar menjadi orang yang berilmu. Aku pasti nanti masuk surga”, mungkin masih banyak yang berpikir begitu.

Sekarang coba kita merenung sejenak. Yakin amal solehmu sudah pasti diterima oleh Allah?
Apa sholatmu sudah khusyu’? Atau masih sambil mikir “duh laporanku belum selesai”?
Yakin bacaan Qur’anmu sudah benar? Kapan terakhir kali kamu belajar tajwid dan tafsir?
Yakin puasamu sudah dapat pahala? Jangan-jangan puasa sambil gosip panjang lebar?
Yakin zakatmu sudah bermanfaat untuk orang lain? Hartanya 100% halal ga nih?
Masih banyak juga yang berdoa biar nilainya bagus, biar bisa menang lomba, biar bisa jadi delegasi di luar negeri, dll. Semuanya perihal duniawi. Terus yang mana doamu yang bisa menyelamatkanmu di akhirat?
Dan… belajar kedokteran pun ilmu duniawi yang tidak akan kalian amalkan di akhirat nanti. Aku tidak melarang kalian untuk belajar. Bukan itu poinnya. Islam menganjurkan kita untuk berprestasi. Namun, apakah kita juga mengejar ilmu akhirat seperti ambisnya kita mengejar ilmu dunia?

Sudahlah, kawan. Lepaskan semua perhiasan dunia yang tidak akan kita bawa pada hari akhir nanti. Mari merenung sejenak dan mulailah melakukan semua hal yang dapat menambah timbangan baik kita di akhirat nanti.

Suatu ketika Rasulullah saw dan para sahabat sedang berkumpul. Tiba-tiba rasul mengambil sebatang kayu dan membaginya menjadi tiga. Kemudian beliau menancapkan batang pertama ke tanah, kemudian batang kedua tepat di sebelahnya. Setelah itu beliau berdiri dan melempar batang ketiga sekuat tenaga hingga batang tersebut tidak terlihat lagi. Para sahabat pun tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Rasul. Lalu Rasul berkata “ini (menunjuk kedua batang yang saling berdekatan) adalah manusia dan ajalnya, sedang yang itu (menunjuk batang yang ia lempar) adalah angan-angannya. Angan-angannya sangat jauh, ia ingin mengambil angan-angannya. Sedangkan ajalnya sangat dekat terhadapnya”

———-

KaLAM FK UGM 1438 H
|Sahabat dalam Kebaikan|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥FP: facebook.com/kalamfkugm
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
🗼Instagram : @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *