[Biarkan Ibu Tinggal Bersamaku]

“Dik, kumohon, biarkan Ibu tinggal bersamaku. Aku masih sanggup merawat Ibu. Aku memang sudah tua, tapi aku masih sanggup merawat Ibu sampai akhir hayatku. Aku sangat mencintai Ibu” Hairan memohon kepada adiknya.

“Maaf kak, aku pun sangat mencintai Ibu. Aku dan istriku tidak ingin ibu hidup susah. Kami khawatir dengan kondisi kakak. Kakak pun mulai menua. Biar Ibu bersamaku saja. Kalau kakak memang belum ridha, mari kita ke Pengadilan Qashim. Biar hakim yang memutuskan siapa yang lebih berhak merawat Ibu.”
Pengadilan pun akhirnya digelar. Pengadilan yang di dalamnya sarat akan hikmah dan kebaikan. Pengadilan untuk menentukan yang lebih baik dari yang baik. Pengadilan yang terjadi karena dua orang yang amat sangat mencintai Ibunya yang telah tua renta.

Hakim menghadirkan Ibu dari mereka berdua. Begitu mengharukan perlakuan kakak beradik itu kepada ibunya. Mereka menggendong ibu mereka bergantian ke pengadilan. Sang Hakim tidak bisa menahan haru. Hakim memilih untuk langsung mengajukan pertanyaan kepada Ibu yang telah tua renta itu. Wanita itu pun berkata dengan terbata “Ini adalah penyejuk mataku” seraya menunjuk Hairan. “Dan ini juga penyejuk mataku yang lain” seraya menunjuk kepada saudara Hairan.
Hakim mengetuk palu. Keputusan telah dibuat setelah pertimbangan yang masak. Hairan Al-Fuhaidy terisak, janggutnya telah basah oleh genangan air mata. Hairan merasa sedih karena berdasarkan keputusan hakim, keluarga adik Hairan lah yang lebih berhak untuk merawat ibunya. Keluarga adik Hairan dipandang lebih mampu untuk merawat dan menjaga Ibu Hairan. Amat sulit bagi Hairan untuk menerima keputusan itu. Telah bertahun-tahun dia hidup bersama ibunya, dan sekarang akan menjadi amat berbeda.
Pengadilan pun senyap, terharu dengan isak Hairan yang amat tulus mencintai Ibunya. Air mata Hairan begitu berharga, air mata cinta yang amat sangat kepada Ibunya. Air mata karena tidak sanggup lagi memelihara ibunya.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kepada selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.”
(QS. Al-Isra’/17 : 23-24)

———-

KaLAM FK UGM 1438 H
|Sahabat dalam Kebaikan|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥FP: facebook.com/kalamfkugm
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
🗼Instagram : @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *