Amalan Sunnah di Hari Jumat #4: Memotong Kuku

image_62e34d4

Memotong kuku merupakan aktivitas sepele namun sangat perlu untuk dilakukan. Kegunaan dari memotong kuku sendiri adalah menjaga agar ujung jari kita tetap bersih dan tidak menjadi sarang kuman. Sehingga, faktor resiko untuk sakit perut bisa dihindari.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa memotong kuku memiliki waktu dan tata cara pemotongan tertentu? Yap, sesuai dengan sunnah Rasulullah, pemotongan kuku dilakukan pada hari-hari tertentu dan dengan tata cara tertentu pula. Bukan bermaksud untuk mengkhususkan potong kuku di hari tersebut (dalam artian mendewakan hari tersebut), tetapi lebih ke hendak menjadikan diri lebih bersih pada hari-hari itu.

Seperti yang telah kita ketahui, memotong kuku adalah sunnah. Tata cara memotong kuku pun sebaiknya didahulukan tangan dan kaki yang kanan. Seperti hadis berikut, ‘Aisyah radliyallahu ‘anha mengabarkan,

((كَانَ النَّبِىُّ ` يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُوْرِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ))
“Dahulu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam senang mendahulukan sisi yang kanan dalam memakai sandal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusannya (yang baik).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Perincian dari beberapa ulama’ menyebutkan, pemotongan kuku hendaknya dari jari kelingking kanan, kemudian jari tengah, ibu jari, jari manis, kemudian jari telunjuk. Sedangkan untuk yang kiri, dimulai dari ibu jari, kemudian jari tengah, jari kelingking, jari telunjuk, kemudian jari manis. Akan tetapi, ini tidak terjumpai hadis shahih yang mendukung perihal urutan memotong kuku ini.

Lalu kapan waktu terbaiknya?

Sesuai dengan hadis berikut, memotong kuku dilaksanakan sebelum shalat Jumat. “Adapun menurut Imam asy-Syafi’e dan ulama-ulama asy-Syafi’eyah, sunah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Juma’at, sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Juma’at,” (Hadis riwayat Muslim)

Akan tetapi, sebagian ulama memberi kelonggaran dalam menentukan kapan terbaik memotong kuku. Seseorang boleh memotong kuku kapanpun selama memang itu baik untuk kesehatannya, hanya saja tidak boleh membiarkannya sampai melebihi 40 hari. Sesuai dengan hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

وَقَّتَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ وَنَتْفِ الإِبْطِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ يَوْمًا. وَقَالَ مَرَّةً أُخْرَى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan an-Nasa’i)

Allahu a’lam

Sumber:

Adakah Anjuran Memotong Kuku di Hari Jumat?

http://abuayaz.blogspot.co.id/2011/05/adakah-sunnah-sunnah-dalam-memotong.html

https:// www.islampos.com/sunnah-rasul-adab-memotong-kuku-53465/

———-

KaLAM FK UGM 1437 H

|Build Inside, Spread Outside|

 

📬Email: kalam.ugm@gmail.com

👥FP: facebook.com/kalamfkugm

📱Line: @pcg1356f

🔔Twitter: @kalamfkugm

🗼Instagram : @kalamfkugm

🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *