Sirah : Husnul Khatimahnya Seorang Pembaca Al-Quran

1473054161938

 

Assalamu’alaikum, saudara-saudaraku

 

Alhamdulillah hari ini hari Senin, hari kelahiran nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa Salam. Dan hari ini KaLAM akan berbagi cerita nih, sebuah cerita singkat tapi semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil.

 

Ada seorang yang shalih membiasakan diri membaca Al-qur’an al-Karim sebanyak sepeuluh juz setiap hari, sehingga dia khatam setiap 3 hari. Pada suatu hari dia sedang membaca surat Yasin. Ketika dia sampai pada ayat:

“Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yasin: 24)

Maka, ruhnya melayang ke langit. Dia meninggal dunia. Sahabat-sahabatnya yang ada di sekitarnya pun heran dan berkata, “Laki-laki ini adalah orang shalih, bagaimana mungkin hidupnya diakhiri dengan ayat ini.

Setelah dia dimakamkan, seseorang yang shalih lainnya memimpikannya di dalam tidur. Dia berkata kepadanya, “Wahai Fulan! Hidupmu diakhiri dengan ayat:

“Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yasin: 24)

Bagaimana kondisimu sekarang di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala?” Lantas dia menjawab, “Ketika kalian telah menguburkanku dan meninggalkanku, datanglah dua malaikat. Keduanya bertanya kepadaku dengan mengatakan, ‘Siapa Rabbmu?’ Lantas aku menyempurnakan bacaan surat tersebut dan melanjutkan bacaanku ke ayat selanjutnya  . Aku pun menjawab:

“Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.” (QS. Yasin: 25)

Maka dikatakan kepadaku:

“Masuklah ke surga.”

Kemudian aku berkata:

“Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui. Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan“. (QS. Yasin: 26-27)

 

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

 

Artikel kisahmuslim.com

 

———-

 

Maka mari kita bandingkan dengan diri kita, sudahkah hari ini kita membaca Al-Quran? Seberapa banyak? Dan bagaimana kualitasnya?

Kapan terakhir kita membaca Al-Qur’an? Atau bahkan mungkin kita terlalu sibuk sehingga tidak sempat membacanya? Atau jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak ridho kepada kita, sehingga kita tidak sempat membacanya. Na’udzubillah

 

Yuk, mumpung sekarang kita masih ada di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, mari kita maksimalkan dan perbanyak ibadah kita. Karena Rasulullah shallahu ‘alaihi wa salam bersabda

“Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh).” (HR. Ahmad 1968, Bukhari 969, dan Turmudzi 757).

 

Bukankah setiap dari kita menginginkan khusnul khotimah dan mengharapkan surga-Nya, namun  adakah di antara amalan-amalan kita yang dapat menjadi alasan sehingga Allah subhanahu wa ta’ala meridhoi kita mendapatkan keduanya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *