Reseptor Nyeri Pada Kulit Disebutkan di Dalam Al-Qur’an

Pernah nggak sih kalian jatuh, lalu merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh yang terluka? 😿

Sebenernya untuk apa sih ada sensasi nyeri? Lalu, apakah benar Allah sudah menyebutkannya di dalam Al-Qur’an? 😕

Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut, kenalan dulu yuk sama sensasi nyeri itu sendiri.

Rasa atau sensasi nyeri dihasilkan dari komunikasi antar sel saraf di otak, medulla spinalis, dan tempat lain pada tubuh.

Ketika seseorang mengalami luka, jaringan yang rusak mengeluarkan zat kimiawi seperti prostaglandin, kinin, dan ion Kalium yang akan menstimulus reseptor nyeri (nociceptor). Lalu, nociceptor mengirimkan sinyal listrik (impuls) ke medulla spinalis melalui saraf sensoris.

Setelah itu, medulla spinalis mengirim impuls ke otak. Ketika impuls mencapai ke otak, otak menganalisis dan memproses impuls tersebut menjadi sensasi nyeri.

Lalu, untuk apa ada sensasi nyeri itu?

Dengan merasakan sensasi nyeri, otak akan mengirim impuls yang mengatakan bahwa kita harus menghindari sumber rasa nyeri tersebut, supaya kerusakan jaringan tidak menjadi lebih parah.

Coba bayangkan kalau kita tidak bisa merasakan nyeri.

Ketika kita tidak sengaja meletakkan jari kita di atas api, otak tidak akan mengirimkan sinyal apa pun. Kita tidak akan menganggap api tersebut sebagai sesuatu yang membahayakan. Lama kelamaan, kulit kita akan terbakar deh 😭

Rabbana ma khalaqta hadza bathila.
Ya Tuhan kami, tidak ada sedikit pun yang Engkau ciptakan itu sia-sia 😂

Dan tahukah kamu?

Jauh sebelum para ilmuwan menemukan reseptor nyeri pada kulit, ternyata Allah sudah mengungkapkannya dalam Al-Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nisaa ayat 56 :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka.

Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.

Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. An-Nisaa : 56)

Ayat tersebut mengindikasikan bahwa ada “sesuatu” pada kulit yang membuat kita dapat merasakan nyeri. Seperti yang sudah disebutkan di atas, “sesuatu” itu adalah nociceptor, reseptor nyeri, yaitu ujung saraf bebas yang berada pada setiap jaringan tubuh kecuali otak, yang dapat diaktifkan oleh stimulus panas, mekanis, maupun kimiawi.

Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firmanNya dan kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, saraf, dsb.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ra’d : 4)

———-

KaLAM FK UGM 1437 H
|Build Inside, Spread Outside|

📬Email: kalam.ugm@gmail.com
👥Facebook: KaLAM Fakultas Kedokteran UGM
📱Line: @pcg1356f
🔔Twitter: @kalamfkugm
📺YouTube: KaLAM FK UGM
🌍Website: kalam.fk.ugm.ac.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *