Homeostasis (Part 1)

” …Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.  Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (Q.S. Al Mulk: 3)

Sama seperti sebuah rumah yang memiliki pondasi sebagai dasar, dunia medis juga memiliki beberapa konsep dasar, misalnya konsep ‘homeostasis’. Konsep ‘homeostasis’ ini berarti semua hal harus berada dalam takaran yang seimbang pada tempatnya masing-masing.

Lalu, tahukah kalian?

Bahkan ternyata konsumsi air putih yang terlalu berlebihan secara klinis dikenal sebagai intoksikasi air. Bahasa mudahnya adalah keracunan air.

Maka Islam mengajarkan kita untuk berlaku seimbang, menaruh segala hal sesuai porsi masing-masing, tidak melebihkan atau mengurangi, sebagaimana Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan.

Nah, di sinilah peran kita sebagai muslim calon tenaga kesehatan untuk mengamalkan ilmu keseimbangan ini untuk dapat berlaku adil dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Kita dapat memulainya dari diri sendiri, lho. Dari hal-hal yang sederhana, misal tentang kebutuhan sehari-sehari yang kita perlukan yang secara umum dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Kebutuhan jiwa (ruhiyah)
  2. Kebutuhan fisik (jasadiyah)
  3. Kebutuhan pikiran (fikriyah

 

“Eits, masa cuma itu sih kebutuhannya?

Gue juga butuh listrik demi menghidupi gadget, demi lancarnya proses komunikasi. Emang elu kagak? Itu semua juga mendasar kali, sob.” Hehe iya juga sih. Makanya simak aja postingan selanjutnya. Islam itu cantik dan rapi. Semua sudah diatur sedemikian rupa, untuk kebaikan semua.

 

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (Q.S. Ar Rahman: 5-7)

(bersambung)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *