Isra’ Mi’raj : A Journey at The Speed of Light (Part 1)

#1 The Science, the Wonder: Light and the Universe

Isra’ Mi’raj, sebuah perjalanan melanglang dunia, menembus angkasa, lebih jauh dari sekedar mencapai galaksi Andromeda. Perjalanan luar biasa yang berakhir di Sidratul Muntaha dan terjadi dalam hitungan detik saja. Mungkinkah?

Sebelum menelisik lebih lanjut, kita baiknya beristighfar dan bertaawudz kepada Allah terlebih dahulu agar kiranya ilmu dan penjelasan yang kita usahakan atau ijtihadkan ini tidak menjadi sebuah jalan kesesatan. Rabbana zidna ‘ilman. Semoga dengan bertambahnya ilmu kita semakin menciut pula ego dan kesombongan kita. 🙂

 

Bismillahirrahmanirrahiim, kita mulai perjalanan panjang memahami peristiwa ciptaan Sang Khaliq sebagai asal muasal turunnya perintah Salat fardhu 5 waktu yang belum sanggup dicapai rangkaian neuron-neuron otak kita.

Pengetahuan manusia saat ini yang sudah terkesan maju sebenarnya belum bisa menjelaskan 100% proses peristiwa Isra’ Mi’raj, namun setidaknya ada progres. Hipotesis yang sudah terpikirkan adalah bahwa Rasulullah, yang telah Allah perjalankan dalam perjalanan luar biasa ini –dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke langit ke 7 dan Sidratul Muntaha– telah mencapai kecepatan cahaya dalam perjalanannya. Bagaimana?

  1. Berapa kecepatan cahaya?

Kecepatan cahaya hampir mencapai 300 juta meter per detik, atau tepatnya 299.792.458m/detik. Analogi yang sering kita gunakan adalah bahwa dengan jarak dari Matahari menuju Bumi yang jauhnya 150 juta kilometer (149.600.000 km), sebuah partikel cahaya membutuhkan waktu 8 menit 20 detik perjalanan untuk mencapai Bumi.

  1. Itu kan baru dari matahari yang jaraknya deket banget?

Betul sekali, itu baru dari satu benda langit ke benda langit lain dalam satu tata surya. Sedangkan milyaran tata surya sendiri terkumpul dan tergabung menjadi sebuah sistem orbit lagi bernama galaksi, dimana diperkirakan galaksi Bima Sakti kita memiliki 100 milyar tata surya. Disamping Galaksi ini, diperkirakan ada 100 milyar galaksi lagi di luar sana. Wah, capek dengerin angka besar-besar? Masih ada lagi, perbandingan yang bisa jadi gambaran. Galaksi berbentuk spiral yang jaraknya paling dekat dengan Galaksi Bima Sakti (Bentuk galaksi ada banyak) adalah Galaksi Andromeda, dengan jarak 2.5 juta tahun cahaya atau 2.4×10(pangkat 19) km dari bumi. Kemudian berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Fushilat ayat 41,

” …Dan kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang…”

Itu berarti sistem yang kita sebut dengan Universe (kumpulan dari galaksi) yang isinya bintang-bintang ini masih merupakan langit terendah dari alam semesta. Padahal ilmuwan sendiri bilang masih ada lagi yang namanya multiverse atau jamaknya universe. Wah… kita manusia bener-bener cuma butiran debu, ya?

(Bersambung)