Bagaimana Mekanisme Tattoo Removal?

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

“… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS: Al-Baqarah Ayat: 222)

 

Eh, emangnya kenapa orang udah sakit-sakit ngetato malah pengen dihapus? Sama kayak dosa sih sob alasannya: kalo nggak karena nyesel, ya gara-gara komplikasi, hehe.

Ya, sebenarnya berbagai macam cara penghapusan tato atau tattoo removal sudah ada sejak zaman dahulu, tidak ada bukti jelas pastinya kapan. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, tattoo removal semakin berkembang pula macamnya, mulai dari penggunaan zat kimia seperti TCA (Trichloroacetic acid), eksisi, cyrosurgery, sampai yang terkini, Q-switched laser. Nah, yang terakhir inilah yang akan kita bahas.

Pertama-tama, sobat sudah tahu kan kalau bertato itu dilarang dalam Islam? Dalam surat An-Nisa ayat 119 diterangkan bahwa mengubah ciptaan Allah adalah dilarang, dan hal ini diperjelas dalam sabda Rasulullah saw,

“Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan, wanita yang mentato dan yang meminta ditatokan.” (HR. Bukhari no. 5933)

Yup, sudah jelas sekali bukan, makanya nggak boleh ngeyel lagi, oke?

 

Dalam dunia medis pun tato sangat berisiko menyebabkan komplikasi-komplikasi tak diinginkan. Komplikasi ini timbul karena prinsip dasar mentato adalah melukai kulit sampai bagian dermis (yang pastinya sakit banget), kemudian memasukkan tinta ke daerah yang dilukai tersebut. Sekarang proses tersebut dilakukan dengan injeksi atau suntik belasan jarum kecil, sedangkan pada zaman dahulu dilakukan dengan melukai kulit secara manual, namun keduanya sama sakitnya. Anestesi merupakan pilihan, namun sangat jarang digunakan. Apabila alat yang digunakan tidak steril, kuman bisa masuk dan menimbulkan infeksi, seperti hepatitis, HIV/AIDS. Selain infeksi, reaksi alergi juga dapat timbul karena tinta yang dipakai.

 

—Mekanismenya—

Tubuh manusia sendiri sebenarnya secara terus menerus akan berusaha menyingkirkan partikel-partikel tinta yang masuk ke dalam tubuh. Sel-sel darah putih (jenis makrofag) berulang-ulang dikirimkan menuju lokasi kejadian dan mereka akan dengan susah payah berusaha ‘menelan’ partikel/granul tinta ke dalam tubuhnya. Masalahnya adalah, granul berisi pigmen tersebut terlampau besar bagi sel darah putih untuk dimakan.

Nah, disinilah peran laser dimulai. Ketika laser ditembakkan ke kulit, gelombang energi akan ditransmisikan dan menyebabkan getaran ketika menabrak suatu partikel. Getaran ini, tergantung besar gelombang awalnya, dapat membantu memecahkan granul tinta menjadi granul-granul lebih kecil yang dapat dimakan oleh sel darah putih. Ketika sel darah putih berhasil menelan tinta-tinta ini, mereka akan kembali ke saluran limfatik dan membuangnya melalui hati. Hati nantinya akan mengekskresikan tinta-tinta ini melalui feses atau bisa jadi sebagian kecil melalui urin. Selesailah proses tattoo removal.

Tattoo removal dengan laser jangan dikira nggak sakit sob, sama sakitnya kayak ditato.

 

Oke, segitu dulu aja sob tentang tato. Tato aja bisa dihapus, masa dosa kita yang seabreg nggak? Sama kayak tattoo removal juga sih, ngehapus dosa seabreg itu juga bakal butuh usaha dan dedikasi. Makanya, banyak-banyakin ilmu dan menahan diri biar nggak menambah tato di hati. 🙂

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *