Ta’aruf dan Bukti Ilmiahnya

Sebagai seorang muslim, proses ta’aruf ke seorang lawan jenis merupakan awal pembuktian sebuah cinta yang dewasa; cinta yang dihiasi dengan komitemen dan dilandasi dengan rasa tanggung jawab. Ta’aruf merupakan suatu langkah identifikasi dan cross check, apakah si doi memang pilihan yang tepat untuk dinikahi.

 

Ta’aruf dilakukan dengan simpel, singkat, serta efisien, biasanya hanya pertemuan-pertemuan sebentar dengan doi yang diincar dengan ditemani seorang wali agar tidak terjadi khalwat atau berdua-duaan. Ketika bertemu, mereka bisa saling ngobrol biasa, saling bertanya dan berdiskusi. Saking sederhananya, proses ini terkadang menimbulkan pertanyaan di benak kita yang belum pernah menjalaninya, apalagi para wanita, ‘Bisakah jatuh cinta dalam waktu sesingkat itu?’.

 

Penelitian yang dilakukan oleh Arthur Aron dan koleganya membuktikan bahwa, ya, jatuh cinta dengan tulus, bukan karena nafsu, bisa terjadi dengan singkatnya, tak sampai 2 jam. Bahkan sudah dibuktikan, 2 orang yang belum pernah mengenal sebelumnya bisa langsung jatuh cinta dengan ta’aruf seperti yang dilakukan umat muslim. Bukti massalnya tentu ribuan pasangan muslim yang menikah dengan melalui proses ta’aruf.

 

Bagaimana?

“One key pattern associated with the development of a close relationship among peers is sustained, escalating, reciprocal, personal self-disclosure.”

Salah satu pola kunci yang berhubungan dengan berkembangnya hubungan dekat di antara sesama teman adalah membuka diri secara personal, terus menerus, timbal-balik dan mengalami kenaikan.

 

Hal ini kemudian diwujudkan dengan saling menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat personal dan mendalam. Pertanyaan dalam penelitian ini terdiri dari 36 butir dan dibagi menjadi 3 tingkatan yang dilakukan dalam sekali pertemuan. Termasuk di dalamnya adalah,

 

2. Apakah kamu mau jadi orang terkenal? Terkenal dalam hal apa?

9. Hal apa yang paling kamu syukuri dalam hidup?

17. Apa kenanganmu yang paling berharga?

24. Menurutmu, bagaimana hubunganmu dengan ibumu?

31. Hal apa yang kamu sukai dari calon pasanganmu?

34 . Rumahmu yang berisi semua barang milikmu tiba-tiba terbakar. Setelah menyelamatkan semua orang yang kamu sayangi dan peliharaanmu, kamu masih punya waktu untuk menyelamatkan satu buah barang saja. Barang apa yang akan kamu selamatkan?

 

Nah, menarik bukan? Tentunya ini cuma contoh pertanyaan yang bisa diberikan, namun memang 36 pertanyaan ini terbukti berkhasiat.

 

Semua peraturan dalam Islam dimaksudkan untuk menjaga dan melindungi kita dari kotornya hati, karena memang turunnya dari Yang Maha Memelihara dan Melindungi, termasuk ta’aruf. Dengan ta’aruf, kita tidak perlu membuang-buang waktu, bila memang tidak cocok bisa langsung dijelaskan dan dihentikan, bila cocok bisa maju ke pelaminan. 🙂

 

Sudah tidak ragu dengan ta’aruf dan kebesaran Allah, kan? Nah, yuk kita lanjutkan lagi kesibukan-kesibukan dan aktivitas-aktivitas kita yang insya Allah membawa berkah.

Wallahua’lam, yang benar datangnya dari Allah, yang salah dari manusia dan Syaithan.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

Sumber:  http://psp.sagepub.com/content/23/4/363.full.pdf+html

 

 

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [QS. At Taubah (9):71].

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *