Bagaimana Luminol Bekerja?

Sobat yang doyan fiksi kriminal pasti tau nih, substansi yang satu ini: luminol. Ya, luminol adalah zat kimia yang merupakan piranti yang esensial bagi para petugas forensik untuk mendeteksi jejas darah. Namun tidak sesering kelihatannya, zat kimia ini hanya digunakan ketika memang benar-benar perlu saja, bila memang para penyidik mencurigai suatu benda telah mengalami kontak dengan darah, dan tentunya jika memang informasi tersebut bisa memberi hint buat para penyidik. Jadi nggak asal semprot aja makenya, emangnya mau nyetrika hehe.

 

Rumus kimia untuk luminol adalah C8H7O3N3. Zat ini nantinya akan dilarutkan dengan H2O2 atau hidrogen peroksida, serta zat-zat pelarut lainnya. Proses kimia yang nantinya terjadi disebut Chemoluminescence, (Chemo=Kimia, Luminescence=Pendaran) berdasarkan prinsip reaksi kimia sederhana yang kita pelajari saat SMA, yaitu prinsip kesetaraan energi.

 

Salah satu komponen darah adalah hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah. Hemoglobin ini ketika dia menempel pada suatu permukaan, akan tidak mudah untuk dihapus secara total. Hemoglobin akan tetap berada disitu dan tidak hilang.

 

Nah, sekarang masuk ke reaksi kimianya. Secara gampangnya, si hemoglobin yang mengandung iron atau Fe, berfungsi untuk menjadi catalyst atau mak comblang yang mempercepat reaksi luminol dan hidrogen peroksida. Bila hemoglobin ada dan terjadi reaksi, luminol akan kehilangan nitrogen dan hidrogen, dan sebagai gantinya mendapatkan atom oksigen. Luminol disini berubah menjadi 3-aminoftalat dan memiliki energi berlebih yang menyebabkan elektron si oksigen pergi ke orbit yang lebih luar. Tak lama, elektron yang kegirangan ini bakal kehilangan energinya lalu berpindah ke orbit asalnya lagi sehingga sisa energi yang tadi dipakai akan dikeluarkan dalam bentuk partikel cahaya (photon). Ketika disorot dengan lampu uv, lokasi yang mengalami reaksi akan terlihat berpendar karena menghasilkan cahaya. (Lampu uv berguna untuk membuat kontras dengan sekitarnya)

Begitu sobat, masya Allah ya! Keren banget!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *