Monthly Archive: March 2015

Aku dan Takdirku

Rangkuman materi CERIA

Jumat, 27 Maret 2015

Pembicara : Dilla Sri Wahyuni | Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM 2013

 

Kebetulan saja tadi aku bertemu dengan fulanah,” ujar seseorang.

Sebenarnya, apakah ada yang namanya “kebetulan”? Di antara kita tentu saja pernah mengatakan hal seperti di atas. Jika kita mengatakan hal seperti itu, artinya kita masih percaya bahwa sesuatu bisa terjadi secara kebetulan. Padahal segala sesuatu itu tidak terjadi secara kebetulan, melainkan Allah sudah menetapkannya. Segala ciptaanNya sudah mempunyai ketentuan dan ketetapan masing-masing dari Allah. Daun yang jatuh saja sudah mempunyai ketentuan dariNya. Itulah yang disebut dengan takdir. read more

[KaLAM Wall] Salimul Aqidah

KaLAM Wall

Apa itu Salimul Aqidah?

Salimul Aqidah adalah sebuah akidah yang “bersih”, sebagai pengikat eratnya hati seorang muslim kepada Allah SWT. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seoran gmuslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam”

[QS 6:162]

Bila Aqidah atau keimanan kepada Allah itu kuat, insyaAllah, amaliah keseharianpun akan istiqamah (konsisten), tahan uji dan handal. Karena itulah pentingnya kita memperhatikan aqidah dimanapun kita berada, dengan siapapun kita bergaul. read more

Pantaskah Aku Menjadi Hamba Pilihan-Mu

Ceria (RK 2, 13-3-2015)
Pembicara : Nurul Hidayatullah

Menghamba dengan baik, kata orang adalah dengan menjalankan perintah sebaik-baiknya sesuai ketentuan. Di setiap perintah pula, akan ada hadiah dan hukuman. Dalam agama kita (Islam) sudah kita ketahui bahwa hadiah dan hukuman itu adalah surga dan neraka. Bagaimana sih agar kita yakin bahwa ada surga dan neraka? Yaitu dengan menjalankan ibadah sepenuh hati sesuai perintah agama.

Menjalankan perintah juga akan menjadi lebih mudah ketika kita mencintai yang memberi perintah, bukan hanya karena hadiahnya. Namun tidak benar jika kita mencintai sebelum kita mengenal. Sedangkan yang sangat wajib kita cintai sebagai pemilik agama Islam adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kita tidak bisa mencintai Allah jika belum mengenal-Nya. read more

Satu? Wahid, Tauhid, Satu Jua

Saudaraku seiman, kalau kita diberikan arti kata tauhid, sudah tentu kita bisa mentafsirkannya ke berbagai macam arti. Tauhid memang diidentifikasikan dengan banyak macam makna. Ada yang bilang artinya satu sama dengan wahid, dan dikonotasikan dengan tauhid. Bagaimana menurut teman teman?  Apalagi dengan derasnya globalisasi, tauhid bahkan sudah memiliki banyak pengertian dari banyak ulama. Pengen tahu apakah sebenarnya arti dibalik kata Satu? Apakah makna dibalik frase Wahid? Nah muncul pertanyaan kan? Maka dari itu kaLam kali ini datang dengan angin segar, selain ada event CERIA, KaLAM juga hadir diantara kalian dengan event MADINA yang bisa juga disebut Majelis Ibnu Sina, tepatnya hari ini tanggal 13 Maret 2015 pukul empat sore di lantai satu Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. read more

Bagaimana Ku Harus Mencintaimu?

Apa itu cinta? Apa dan siapa yang dapat kita cintai? Dan bagaimana kita harus mencintai? Ada begitu banyak pertanyaan yang muncul ketika membaca judul tersebut. Cinta dalam bahasa Arab sendiri disebut sebagai mahabbah. Mahabbah sendiri berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabbatan yang berarti mencintai secara mendalam. Cinta pun punya definisi masing-masing bagi setiap orang, bergantung pada sudut pandang orang tersebut. Cinta bagi sebagian orang berarti menerima segala kelebihan dan kekurangan. Namun, poin pentingnya, cinta memiliki arti yang sederhana: cinta adalah memberi. Begitu setidaknya menurut Kak Dwi Karina Ariadni yang biasa dipanggil Kak Wina dalam acara Ceria (Cerita inspiratif tentang muslimah) yang diadakan oleh KaLAM FK UGM pada Jum’at, 6 Maret 2015 di Ruang Kuliah Bambang Soetarso lantai tiga. read more