Fiqh Wanita : Berhias #3

12. Tabarruj

 a. Definisi tabarruj

Tabarruj berarti berhias dengan memperlihatkan kecantikan dan menampakan keindahan tubuh dan kecantikan wajah. Qatadah mengatakan: “ Yaitu wanita yang jalannya dibuat- buat dan genit.”

Tabarruj adalah tindakan yang dilakukan seorang wanita dengan melepaskan jilbabnya, sehingga tampak darinya, gelang dan kalungnya,” papar Mutaqil.
Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan: “ Yaitu wanita yang keluar rumah dengan berjalan dihadapan orang laki- laki. Yang demikian itu disebut sebagai tabarruj jahiliyah.”
Imam Al- Bukhari mengatakan: Tabarruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakan kecantikanya kepada orang lain.”
b. Larangan tabarruj dalam Al- Qulr’an
Allah telah melarang tabarruj melalui dua ayat dalam Al- Qur’an:
Pertama adalah firman- Nya:
“Dan perempuan- perempuan tua yang telah terhenti ( dari haid dan mengandung) yang tiada keinginan untuk kawin, tiadalah dosa atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak bermaksud menampakan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur.60)
Kedua adalah firman- Nya:
“Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku ( bertabarruj) seperti orang- orang jahiliyah dahulu.”(Al- Ahzab: 33)

c. Perintah mengenakan pakaian yang menutup aurat dalam Qur’an
Allah berfirman:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepada kalian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itulah tanda- tanda kekuasaan Allah. Mudah- mudahan mereka selalu ingat. “(Al- A’raf:27)

Firman yang lain:
“Wahai nabi, katakanlah kepada istri- istrimu, anak- anak perempuanmu dan istri- istri orang mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. “ Yang demikian itu supaya lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. “(Al- Ahzab: 59)
Juga firman- Nya:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “ Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasan mereka kecuali yang biasa Nampak darinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah mereka menunjukan perhiasanya kecuali kepada suami, ayah mereka, ayah suami mereka, atau putra- putra mereka, atau putra- putra suami mereka, atau saudara laki- laki mereka, atau putra- putra saudara laki- laki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau wanita- wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan- pelayan laki—laki yang tidak mempunyai keinginan( terhadap wanita), atau anak- anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kalian kepada Allah , wahai orang- orang yang beriman supaya kalian beruntung.”(An- Nur:31)

d. Perintah mengenakan pakaian yang menutupi aurat dalam As- Sunnah
Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap masalah ini, dimana sejak dini Islam telah memberikan batasan usia seorang wanita) dalam menutupi aurat seorang wanita .
Mengenai hal ini Rasulullah bersabda:
Wahai Asma, jika seorang wanita telah menjalani haid, maka tidak diperbolehkan baginya dilihat kecuali ini dan ini. Beliau mengisyaratkan wajah dan telapak tangannya.”(HR. Abu Dawud)
Selain itu beliau juga bersabda:
Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya, yaitu: Suatu kaum yang bersamanya cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuk orang- orang, dan wanita- wanita berpakaian tetapi telanjang, genit, kepalanya seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga, tidak juga mencium bau surga, sesunggunya bau surga tercium dari jarak ini dan itu.”(HR. Muslim)
Dari musa bin Yassar, dia menceritakan ada seorang wanita yang berjalan melewati Abu Hurairah yang aroma parfumnya sangat menyerbak. Maka Abu Hurairah bertanya bertanya: “ Apakah engkau memakai wangi- wangian?” “ Ya, “ sahutnya. Selanjutnya Abu Hurairah berkata:” pulang dan mandilah, sesungguhnya aku pernah mendengar rasulullah bersabda, ‘ Allah tidak akan menerima shalat seorang wanita yang pergi kemasjid sedang aroma parfumnya sangat menyerbak sehingga dia pergi dan mandi.”’( HR. Ibnu Khuzaimah)
Al- Hafidz mengatakan: “ Isnad hadist ini tidak terputus dan para perawinya juga tsiqat.
Sekain itu ada juga sabdanya yang lain:
“Setiap wanita mana saja yang terkena bau wangi, maka hendaklah dia tidak mengerjakan sholat isya bersama kami. “(HR.Muslim, Abu Dawud, dan An- Nasa’i)
Diriwayatkan dari Aisyah, dia menceritakan, ketika Rasulullah duduk dimasjud, tiba- tiba ada seorang wnaita dari Muyinah yang berjalan dengan penuh sombong dengan perhiasan dimasjid. Lalu beliau berkata: “ Wahai sekalian manusia, laranganlah wanita- wanita kalian memakai perhiasan dan wangi- wangian dimasjid, karena sesungguhnya bani Israel tidak dilaknat kecuali setelah wanita- wanita mereka memakai perhiasan dan wangi- wangian dimasjid.”(HR.Ibnu Majah)

e. Tabarruj merupakan ciri kebodohan

Hendaklah wanita Muslimah mengetahui bahwa Tabarruj merupaka ciri kebodohan dan keterbelakangan. Merupakan suatu perbuatan dosa jika seorang wanita membiasakan diri pergi ketempat- tempat dansa dan tempat- tempat maksiat lainya. Bahkan kebodohan itu terlihat jelas ketika kaum wanita dengan bangga telanjang bulat dihadapan orang banyak.
Jika kita sangat heran terhadap wanita- wanita Eropa pada abad dua puluh ini dengan kebebasan bergaul mereka tanpa batas dan tidak lagi mengindahkan norma dan nilai- nila tata susila itu, bahkan dengan jelas kita dapat menyaksikan laki- laki berzinah pada siang hari ditaman rumahnya dengan disaksikan banyak mata, maka lebih heran lagi ketika kita menyaksikan gambar- gambar porno disampul- sampul majalah.
Maka benarlah apa yang disabdakan Rasulullah: “ Wanita itu mempunyai kekurangan akal dan agama.”
Setiap akal wanita itu berkurang, maka semakin terlihat Tabarruj mereka. Dan setiap kali kebodohan mereka bertambah, maka mereka akan lebih parah dalam berhias dan berbuat senonoh yang menyerupai wanita- wanita jahiliyah dahulu, sebagaimana yang difirmankan Allah. “ Janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang- orang jahiliyah dahulu. “(Al- Ahzab:33)
Banyak wanita yang merasa keberatan untuk menutup kecantikan wajah dari tubunya yang tidak alami, dan tidak menyadari bahwa tuuh dan wajah mereka telah dijadikan alat bisnis. Dan anehnya lagi mereka sangat geram dan mengatakan sebagai pelecehan seksual ketika dikatakan bahwa pakaian mini mereka mejadi penyebab munculnya pemerkosaan, tetapi dengan bangga mereka melihat gambar- gambar kaum mereka dengan busana tipis dan mini dipampang ditengah- tengah jalan sebagai iklan. Semuanya itu menjadikan mereka lupa untuk mengerjakan perintah Allah untuk senantiasa menutup aurat, karena menurut mereka kemajuan adalah dengan Tabarruj, dansa, ikhtilath, minum- minuman, dan obat- obatan terlarang.
Sehingga tidak heran jika di Amerika terdapat seorang wanita yang baru sehari menikah sudah diceraikan, lalu menikah dan diceraikan, demikian seterusnya.
Betapa celaka dan ruginya wanita Muslimah yang berani menentang Allah tetapi dia tidak berani menentang hawa nafsu mereka.
Selain itu mereka juga enggan mendengarkan ayat- ayat Al-qur’an, bahkan dengan nada sombong mereka terus bertabarruj, seakan- akan mereka tidak mendengar perintah dan larangan- Nya:
Kecelakaan yang besar bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, dia mendengarkan ayat- ayat Allah dibacakan kepadany, kemudian dia tetap menyombongkan diri seakan- akan dia tidak mendengarnya, Maka berilah dia kabar gembira dengan adzab yang pedih.”(Al- Jatsiyah:7-8)
Dan hendaklah wanita Muslimah mengetahui bahwa dia mempunyai hak memilih tetapi harus mengindahkan norma- norma dan tata susila. Dia tidak boleh berbuat maksiat, tidaklah dia mendengarkan firman Allah.
Apakah kalian beriman kepada sebagian Al- Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian lainya? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian daripada kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang snagat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat.’(Al- Baqarah:85)
Sesungguhnya Allah tidak membuat syari’at dan mengeluarkan perintah untuk mengikuti hawa nafsu manusia, dimana Dia memfirmankan:
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada didalamnya. Sebenarnya kami telah mendatangkan kepada mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.’( Ak-Mukminu:71)
Allah tidak memberikan hak pilih kepada hamba- hamban-Nya dan tidak pula bagi pendapat dan hawa nafsu nya secara bebas, jika tidak niscaya mereka akan senantiasa berbuat maksiat dan kesesatan dan menyesatkan, dimana Allah berfirman:
Dan tidaklah patut bagi laki- laki yang beriman dan tidak pula bagi perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, aka nada bagi mereka pilihan( yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.”(Al- Ahzab:36)
Allah juga berfirman:
Pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunua sebagai tuhanya dan Allah membiarkanya sesat berdasarkan ilmu- Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah(Membiarkan dia sesat). Lalu mengapa kalian tidak mengambil pelajaran.” (Al- Jatsiyah:23)
Sedangkan wnaita- wanita terpelajar yang senang bertabarruj membantah dan mengeluarkan agumentasi meskipun dengan suatu kebatilan. Hal itu sesuai dengan apa yang difirmankan Allah.
Orang- orang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat- ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok- olokan.”(Al- Kahfi:56)
Hendaklah wanita Muslimah segera menuju jalan Allah, yaitu jalan menuju surga. Dsn hendaklah dia meninggalkan jalan setan. Dan hendaklah dia mengetahui bahwa orang yang tidak mendapatkan sinar Al- Qur’an akan senantiasa terbelenggu dalam kesesatan. Dan hendaklah dia merenungi firman Allah berikut ini:
Kecuali orang- orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amalshalih, maka keahtan diganti Allah dengan kebajikan dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Al- Furqan:70)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *