Indahnya Sabar Yang Berbalut Dengan Syukur

Janji Allah dalam QS. Muhammad: 7 itu benar-benar nyata.

Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Ku merasakan betul pertolongan Allah dalam setiap aktivitas hidupku…

Bukan berarti itu tanpa proses, tapi segala itu memang selayaknya harus kita resapi hikmah yang terkait dalam hakikat hidup ini.

Pernah seketika diri ini merasa lelah bersama hidup yang mungkin tak sesukses teman-teman yang lain, merasa diri tak ada arti…

Tak jarang diri ini ingin mengundurkan diri dari jalan dakwah ini,,,lupa bahwa jalan yang berduri ini adalah jalan menuju istana yang penuh kenikmatan karena yang terlihat saat ini di kanan kiri jalan adalah duri, tak terlihat sedikitpun gambaran istana.

Namun, itu bukanlah penyelesaian dari sebuah masalah yang selayaknya harus dijalani. Teringat sebuah nasihat bahwa “Ingatlah, rencana Allah itu memang diluar dari nalar dan pikiran kita sebagai manusia biasa.”

Sejenak menghibur diri ini bahwa tidaklah sama antara diri ini yang dunia adalah orientasi sampingan untuk mendapatkan orientasi surga sebagai visi utama hidup di dunia dengan orang yang memang orientasi hidupnya secara tidak langsung hanyalah di dunia saja. Jadi kenapa diri ini harus bersedih???

Saat itu…

saat ini…

Mungkin keberkahan dakwah ini tidak akan mengcover dan menolong akademik atau orientasi dunia yang lain,,,tapi cukuplah keberkahan dakwah itu menyelimuti keluarga ku agar Allah memberi hidayah kepada keluarga di rumah yang tak banyak bahkan tak sempat untuk kita dakwahi. Dan agar ku dikumpulkan dengan orang yang ku cintai dan ku sayangi di Jannah-Nya.

Ku teringat,,, awal dulu orang tua ku yang belum mengerjakan sholat dan ibadah lainnya,, kini… Allah memberi hidayah,, bahkan sungguh diluar dugaan,,, Ibu ku yang dulu sholat pun tak pernah, sekarang sudah hampir khatam Al-Qur’an dari yang dulu  membacanya terbata-bata… dan kini cita-citanya adalah naik haji bersama sekeluarga…

Subhanallah walhamdulillah.

(semoga Allah mengabulkan)

Lalu kenapa ku tak bersyukur,,, dan itu hanya sebagian kecil nikmat yang terlihat, belum nikmat2 yang kecil yang ku rasakan saat ini….

Disini,,, ku tahu kenapa kering hati ini… karena keringnya rasa syukur pada-Nya… padahal tidak semua orang mendapat kenikmatan seperti apa yang ku dan kau alami.

Mungkin disini persoalanku adalah akademik,,, tapi ku memutuskan untuk senantiasa berkeyakinan bahwa akademik itu memang bagaikan kupu-kupu dan dakwah itu adalah bunga yang indah. Ketika bunga itu tidak ku rawat karena sibuk mengejar kupu-kupu yang berlari, maka kupu-kupu pun akan menjauh. Tapi ketika ku rawat bunga itu hingga ia menjadi bunga yang indah dan menarik, kupu-kupu pun akan datang dengan sendirinya…

Rabb, ku tak tahu akan Kau jadikan apa diri ini… mungkin terkadang hampi diri ini tak sanggup dengan ujian-Mu yang kian ku tahan kian berat. Namun, satu keyakinanku bahwa ku sedang Kau tempa untuk menjadi besi yang bermanfaat dan keberkahannya sampai menjulang jauh dari tempat kaki ini singgah.

Rasa syukur dan sabar ini akan selalu ku jaga…

Dan ingatlah ketika ujian itu semakin berat, maka itu artinya sebentar lagi kita akan sampai puncak, barangkali 75%,80% atau bahkan 95% lagi. Dan amat disayangkan ketika kita menyerah di loading ke 95% atau bahkan 99% itu karena tak sanggup dengan ujian ini…

Dan ingatlah, bahwa Allah tak kan pernah mengingkari janji-Nya.

Itu hanya sekelumit dan sebagian kenikmatan yang ada dalam diri ini dari-Nya. Dan masih banyak kenikmatan yang harus ku ambil hikmah dari peristiwa hidup yang tercecer dalam lembaran kisah hidupku yang lain.

Bagaimana dengan dirimu???

Masihkah menyesali terlibat dalam jalan dakwah ini???

Maka,, cukuplah sabar dan syukur itu yang senantiasa tertanam dalam diri ini dengan mengingat tujuan awal dan akhir kita bahwasannya kita sedang dalam proses ditempa.

Wallahu’alam bishshowab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *