Al-Qur’an dan Embriologi


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
“kemudian kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (Rahim). Kemudian, air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami menjadikannya makhluk yang berbentuk lain. Maha suci Allah, pencipta yang paling baik.”(QS. Al Mu’minuun 13-14)
Ayat di atas merupakan sebagian bukti yang menunjukkan akan kebenaran Al Qur’an. Sebuah kitab suci yang senantiasa dijaga keasliannya oleh Allah ta’ala.
Sebuah hal yang sangat disayangkan, akhir-akhir ini kita menemukan orang-orang yang tidak lagi berpegangan pada Al Qur’an dan Sunnah bahkan tidak sedikit diantaranya yang mengajak orang lain untuk menjauhi Al Qur’an yang menurut pandangan mereka sudah ketinggalan zaman. Mungkin..inilah penyebab utama kemunduran umat Islam saat ini.
Umat islam pernah memberikan masa yang terang bagi dunia ini, banyak sekali penemuan-penemuan baru yang memperkaya keilmuan di dunia dan tidak sedikit diantaranya menjadi landasan untuk keilmuan modern yang kita nikmati saat ini. Sebut saja ibnu sina, salah satu ilmuan islam yang sangat dikenal didunia ini. Taukah kalian bahwa dialah “bapak pengobatan modern” ? salah satu buku karangannya telah menjadi rujukan dunia kedokteran selama berabad-abad, itulah buku Qanun fi Thib, hingga saat ini buku Qanun fi Thib masih menjadi buku rujukan dunia kedokteran terlama sepanjang masa.
Taukah kalian ? dibalik semua itu, dia adalah seorang yang hafidz Qur’an. Ada yang mengatakan dia menghafal Qur’an di usia 7 tahun, ada juga yang mengatakan dia menghafal Qur’an di usia 11 tahun. Hikma yang dapat kita ambil adalah beliau mempelajari Al Qur’an terlebih dahulu sebelum mempelajari yang lain. Beliau menggali berbagai macam ilmu di dalam Al Qur’an kemudian membuktikan kebenarannya dengan berbagai macam penemuan yang dilakukannya.
Lalu..kenapa kita menghindari Al Qur’an ?? seolah-olah kita tidak pernah ada waktu untuk sedikit membaca Al Qur’an. Mungkin itulah yang menyebabkan orang-orang berilmu di masa sekarang ini kebanyakan tidak memiliki moral yang baik. So..mari pelajari Al Qur’an, semoga dengannya Allah menjadikan kita salah satu ilmuan besar di zaman modern ini.. J

Seorang professor ketika ditanyakan tentang ayat di atas berkata :
“Sungguh menyenangkan sekali bagiku untuk membantu menjelaskan peryataan mengenai perkembangan manusia dalam Al Qur’an. Sangat jelas bagiku bahwa peryataan-peryataan ini pasti datang kepada Muhammad dari Allah, karena hampir seluruh pengetahuan ini belum diketemukan hingga beberapa aad kemudian. Hal ini membuktukan kepadaku bahwa Muhammad pasti adalah seseorang utusan Allah.”
Dialah Professor Keith L. Moore

Ditulis oleh: Ardian JA Hukum.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *