Monthly Archive: August 2011

ENTREPENEURSHIP FESTIVAL ( HIMIKA, KALAM, BEM )

Istilah entrepeneurship mungkin asing bagi sebagian kalangan mahasiswa, apalagi mahasiswa kedokteran yang notabene belajar sains terapan yang berhubungan dengan manusia, namun bagi mahasiswa yang suka belanja ataupun dalam hal menghasilkan uang pasti tidak merasa asing dengan kata tersebut.

Entrepeneurship atau berwirausaha adalah salah satu softskill yang bisa dimiliki semua orang, tidak hanya yang orang tuanya pedagang, sehingga menular ke anaknya namun pada orang yang ingin mencari uang sendiri dengan jalan wirausaha. Oleh karena itu untuk lebih mengenalkan entrepenurship, maka di dalam rangkaian acara entrepeneurship festival diadakan seminar dan trainingbisnis online. read more

Holistic Brain Stimulation

Disampaikan oleh : Taufik Pasiak

Pada sesi kali ini hanya ada 7 slide yg ditampilkan. Waktu yang disediakan lebih

Pertama kita patut mengenal 4 kapasitas yang Allah swt telah anugerahkan kepada kita :

  1. BODY : to Live.

Dengan jasad inilah kita mampu survive. Ketika kita harus memakan makanan dengan ukuran yg cukup besar, Allah swt telah menyiapkan gigi geligi dengan berbagai tipe yg siap mengubah ukuran makanan tersebut kedalam bentuk yang lebih kecil dan siap untuk diproses lebig lanjut ketika berada di gaster. Bayangkan saja jika kita tidak dianugerahi gigi oleh Nya. Apa jadinya ketika kita hendak memakan bakso..?? read more

Better Primary Health Care System

ANTIBIOTICS 7 (AB7), FK UB, Malang, Jumat-Senin, 7-10 Oktober 2011

MATERI 3 (sabtu, 8 Oktober 2011)

Better Primary Health Care System

Dalam materi ke-3 ini ada 2 pembicara, satu dari Indonesia dan yang satu dari Malaysia. Di sini panitia berusaha untuk membandingkan antara kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia dengan di Malaysia. Berikut sedikit ringkasan materi pertama:

Materi pertama dibawakan oleh dr. Ario, untuk CV silakan minta pada Ukhti Yassi alias Eci, OK!

Materi ini membahas tentang system pelayanan kesehatan di Indonesia, yang mana tidak akan lepas dari system perujukannya sendiri yang menjadi penghubung antara pelayanan kesehatan primer dengan pelayanan kesehatan di tingkat-tingkat selanjutnya. Ada beberapa masalah yang menyebabkan Indonesia menjadi dipandang “special”, diantaranya adalah read more

Islam for Better Health

dr. Pukovisa Prawiroharjo, SpS

Tubuh yang sehat belum tentu menjadi manusia sehat, karena manusia sehat memerlukan jiwa sehat, psikis sehat, social sehat serta aqidah, ibadah, dan orientasi hidup sehat. Kesehatan seharusnya disyukuri begitu juga ketika sakit. Sesakit apapun harus bersyukur karena sakit itu datangnya dari Allah SWT dan meyakini bahwa Yang Maha Menyembuhkan itu Allah SWT bukan dokter atau tenaga medis yang hanya sebagai perantara.
Sebagai pasien hendaknya mendekat pada Yang Maha Menyembuhkan dan berobat pada ahlinya yang memiliki ilmu yang kompeten. Memakai perantara kesembuhan (obat,herbal,dsb) hanya atas dasar ilmu. Jika tidak berilmu, hindari bereksperimen dengan diri sendiri, temui dan diskusikan dengan ahlinya (dokter). Begitu juga dengan dokter dan tenaga medis lainnya, sebagai perantara, sebaiknya mendekatkan diri pada Yang Maha Menyembuhkan untuk mendapat hidayah dari-Nya, kompeten dan professional di bidangnya, dan menjunjung tinggi etika kesehatan dan akhlaq karimah.
Kedokteran sekarang
Dunia kedokteran sekarang sudah bercampur dengan paham kapitalisme. Pertama, ilmu kedokteran sekarang sulit diakses. Buku- buku berbayar mahal, situs-situs di internet sulit diakses meski beberapa dapat diakali. Pada jaman islam dulu buku- buku dapat diakses bebas untuk semua orang dan penulis mendapat bayaran dari negara. Kedua, pelayanan kesehatan makin mahal dan mahal diikuti dengan perkembagan teknologi. Berkebalikan dengan system islam dimana pelayanan kesehatan gratis, tenaga kesehatan dibayar oleh negara. Ketiga, penelitian kedokteran sering disponsori sponsor tertentu sehingga dapat membuat hasilnya tidak objektif dan berbiaya mahal. Di islam penelitian kesehatan didukung penuh oleh negara sehingga independensi peneliti terjamin tidak ada pesan sponsor. Keempat, di Indonesia dokter ingin kaya dengan melakukan hal-hal berhubungan dengan bedah, pemeriksaan diagnostic, resep obat ( semakin banyak obat diresepkan semakin banyak keuntungan), dan sebisa mungkin mendapat pasien dirawat. Dokter peneliti menjadi sangat jarang karena dianggap sulit mendapat profit lebih. Di islam dokter menjadi kaya karena mendapat pasien sehat sebanyak- banyaknya, cost effective diagnosis dan treatment. Dokter juga melakukan banyak penelitian dan membuat buku. Intinya islam tidak mementingkan keuntungan untuk diri sendiri melainkan mementingkan keuntungan umat manusia untuk menjadi manusia sehat berilmu. read more